Close

Ungkapkan Perasaan Tanpa Menyalahkan

Ungkapkan Perasaan Tanpa Menyalahkan
  • PublishedJanuari 15, 2026

certu-liste-Di dalam setiap hubungan — pasangan, keluarga, sahabat, rekan kerja — ada satu keterampilan yang sering kali,membuat kita langsung defensif, marah, atau menutup diri.
Otak kita mendengarnya sebagai serangan, bukan sebagai undangan untuk mendengarkan.Sebaliknya, ketika kita bisa mengungkapkan perasaan dengan jujur tapi tanpa menyalahkan, pintu komunikasi tetap terbuka.

Mengapa Menyalahkan Begitu Mudah Terjadi?

Ada alasan biologis dan psikologis mengapa kita cenderung langsung menyalahkan:

  1. Perlindungan diri
    Otak primitif kita (amigdala) menganggap kritik sebagai ancaman. Untuk melindungi ego, kita balik menyerang: “Bukan aku yang salah, kamu yang salah!”
  2. Kebiasaan bahasa sehari-hari

    Sejak kecil kita diajarkan pola: “Kamu bikin aku marah”, “Kamu nggak peka”, “Kamu selalu…”.
    Kita terbiasa menghubungkan perasaan kita langsung dengan perilaku orang lain, padahal sebenarnya perasaan kita muncul dari interpretasi kita terhadap perilaku tersebut.
  3. Kurangnya kesadaran akan kebutuhan sendiri

    Banyak orang tidak terlatih mengenali apa yang sebenarnya mereka butuhkan di balik emosi.
    Akibatnya, emosi negatif langsung dialihkan menjadi tuduhan.
Formula Sederhana: 4 Langkah Komunikasi Non-Kekerasan

  • Observasi (apa yang benar-benar terjadi, tanpa penilaian)
  • Perasaan (apa yang aku rasakan)
  • Kebutuhan (kebutuhan apa yang tidak terpenuhi)
  • Permintaan (permintaan konkret yang bisa dilakukan, bukan tuntutan)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *