Peran Keluarga dalam Pendidikan Fondasi
certu-liste-Keluarga merupakan institusi pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak. Sebelum mengenal sekolah formal,anak belajar dari interaksi sehari-hari dengan orang tua dan saudara. Di Indonesia, konsep ini selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Di era digital saat ini, peran keluarga semakin krusial untuk menyeimbangkan pengaruh luar seperti media sosial dan gadget.peran keluarga dalam pendidikan formal dan non-formal, dinamika positif, tantangan, serta strategi efektif di konteks Indonesia.
Peran Keluarga sebagai Pendidik Pertama
Pendidikan dimulai di rumah sejak anak lahir. Orang tua menjadi guru pertama yang mengajarkan bahasa, norma sosial, dan keterampilan dasar.
Membacakan buku cerita, bermain bersama, atau mengajak berbicara memperkaya kosakata dan imajinasi anak.
Di Indonesia, tradisi lisan seperti dongeng rakyat (misalnya Malin Kundang atau Timun Mas) menjadi media pendidikan moral sejak dini.
Orang tua yang rutin membacakan buku membantu anak mengembangkan minat baca, yang menjadi pondasi literasi seumur hidup.
Dukungan terhadap Pendidikan Formal
Keluarga berperan besar dalam mendukung sekolah anak. Mulai dari memilih sekolah, menyediakan fasilitas belajar
hingga memantau perkembangan akademik. Orang tua yang terlibat aktif—seperti menghadiri rapat wali murid atau membantu PR—membuat anak lebih termotivasi.
Studi OECD PISA menunjukkan bahwa anak dari keluarga yang mendukung memiliki skor lebih tinggi dalam membaca, matematika, dan sains.
Selama pandemi COVID-19, peran ini semakin menonjol dengan pembelajaran daring. Banyak orang tua di Indonesia belajar teknologi baru untuk mendampingi anak, meski tantangan akses internet di daerah pedesaan tetap ada.