Close

Pantang Berhenti Semangat yang Tak Pernah Padam

Pantang Berhenti Semangat yang Tak Pernah Padam
  • PublishedJanuari 11, 2026
certu-liste-Hidup adalah maraton panjang, bukan sprint singkat. Di sepanjang perjalanan itu, hampir semua orang akan mengalami titik di mana rasanya lebih mudah menyerah daripada melanjutkan.

Kegagalan bertubi-tubi, penolakan berulang, kelelahan fisik dan mental, keraguan diri yang semakin dalam, atau bahkan lingkungan

Namun di situlah letak perbedaan antara orang biasa dan orang luar biasa: mereka yang pantang berhenti.

“Pantang berhenti” bukan berarti tidak pernah jatuh, tidak pernah lelah, atau tidak pernah ragu. Ia berarti memilih untuk bangkit lagi setiap kali terjatuh, memilih untuk melangkah satu langkah lagi meski kaki terasa lumpuh, dan memilih untuk terus percaya meski dunia seolah mengatakan sebaliknya.

Mengapa Banyak Orang Berhenti di Tengah Jalan?

Ada beberapa alasan psikologis dan sosial yang membuat manusia cenderung menyerah:

  • Efek “Sunk Cost Fallacy” Terbalik
    Kita terlalu fokus pada apa yang sudah hilang (waktu, uang, tenaga), sehingga merasa “sayang kalau berhenti sekarang”, tapi juga merasa “lebih sayang lagi kalau lanjut dan gagal”.
  • Kelelahan Keputusan (Decision Fatigue)
    Setelah membuat ratusan keputusan kecil setiap hari, otak kehabisan energi untuk memilih “terus berjuang”.
  • Perbandingan yang Merusak
    Melihat highlight reel orang lain di media sosial membuat kita merasa tertinggal jauh, sehingga pikiran “mungkin aku memang tidak mampu” muncul.
  • Kurangnya Makna yang Jelas
    Ketika “mengapa” kita tidak cukup kuat, “bagaimana” yang sulit akan terasa tak tertahankan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *