Close

Dengarkan untuk Memahami, Bukan untuk Menang

Dengarkan untuk Memahami, Bukan untuk Menang
  • PublishedJanuari 15, 2026

certu-liste-Mereka mendengarkan bukan untuk memahami, melainkan untuk menyusun argumen balasan, mencari celah, atau membuktikan bahwa mereka lebih benar.Percakapan bukan lagi tempat bertukar pemahaman, melainkan arena debat.

Mengapa Mendengarkan untuk Memahami Begitu Sulit?

Ada beberapa alasan psikologis dan emosional yang membuat kita cenderung mendengarkan untuk “menang”:

  1. Ego dan identitas
    Ketika seseorang mengkritik pilihan, pendapat, atau perilaku kita, otak kita menganggapnya sebagai serangan terhadap “siapa kita”. Untuk melindungi ego, kita langsung mencari cara membela diri.
  2. Bias konfirmasi

    Kita lebih mudah mendengar apa yang sesuai dengan keyakinan kita, dan mengabaikan atau memutarbalikkan yang bertentangan.
  3. Kebutuhan akan kontrol

    Dalam situasi emosional, mendengarkan berarti melepaskan kontrol. Menjawab cepat terasa lebih aman daripada diam dan mencerna.
  4. Kurangnya latihan

    Sekolah mengajarkan kita berbicara, berdebat, presentasi — tapi hampir tidak pernah mengajarkan cara mendengarkan aktif dengan empati.
  5. Emosi yang tinggi

    Saat marah, sedih, atau takut, amigdala (bagian otak emosi) mengambil alih. Kemampuan mendengar rasional turun drastis.
Cara Praktis: Teknik Mendengarkan Aktif dengan Empati

Berikut langkah-langkah yang bisa langsung kamu praktikkan:

  1. Siapkan pikiran sebelum bicara
    Sebelum seseorang mulai cerita, ingatkan diri sendiri:
    “Sekarang aku mendengarkan untuk memahami, bukan untuk membalas.”
    Ini seperti tombol reset ego.
  2. Diam sepenuhnya
    Jangan menyela, jangan mengangguk berlebihan sambil sudah siap jawab.
    Biarkan mereka selesai bicara. Jika perlu, hitung dalam hati sampai 3 setelah mereka berhenti, untuk memastikan mereka benar-benar selesai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *