Cara Komunikasi yang Lebih Percaya Diri
certu-liste-Banyak orang mengira percaya diri dalam komunikasi adalah bakat bawaan entah orang itu “berbakat ngomong”, punya suara bagus, atau memang ekstrover sejak lahir.
1. Fondasi: Ubah Cara Kamu Melihat “Kegagalan Komunikasi”
Orang yang paling percaya diri bicaranya bukan yang tidak pernah gugup atau salah bicara.
Mereka hanya punya hubungan yang berbeda dengan kegagalan kecil:
Mereka hanya punya hubungan yang berbeda dengan kegagalan kecil:
- Salah ucap → “Oke, manusiawi. Lanjut.”
- Diam sebentar → “Normal, orang lain juga sering diam.”
- Lawan bicara kelihatan bosan → “Mungkin dia capek, bukan berarti aku membosankan.”
Latihan mindset pertama (lakukan setiap hari selama 2 minggu):
Setiap kali selesai ngobrol/meeting/presentasi, tanyakan 3 pertanyaan ini pada diri sendiri:
- Apa yang sudah berjalan cukup baik hari ini?
- Apa satu hal kecil yang bisa diperbaiki besok?
- Apakah dunia runtuh karena aku tidak sempurna tadi? (Jawaban hampir selalu: tidak)
2.Kendalikan Suara: Suara Percaya Diri Bisa Dilatih
Elemen suara yang paling memengaruhi persepsi percaya diri:
- Volume → cukup terdengar jelas di ruangan normal (bukan berbisik, bukan berteriak)
- Kecepatan → 130–160 kata/menit (kebanyakan orang nervous bicara 180+)
- Pause → jeda 1–3 detik sangat powerful (memberi kesan berpikir, bukan panik)
- Pitch akhir kalimat → turun sedikit di akhir (bukan naik seperti bertanya)
- Resonansi → bicara dari dada, bukan dari tenggorokan (suara lebih dalam & berwibawa)