Dengarkan untuk Memahami, Bukan untuk Menang
certu-liste-Mereka mendengarkan bukan untuk memahami, melainkan untuk menyusun argumen balasan, mencari celah, atau membuktikan bahwa mereka lebih benar.Percakapan bukan lagi tempat bertukar pemahaman, melainkan arena debat.
Mengapa Mendengarkan untuk Memahami Begitu Sulit?
Ada beberapa alasan psikologis dan emosional yang membuat kita cenderung mendengarkan untuk “menang”:
- Ego dan identitas
Ketika seseorang mengkritik pilihan, pendapat, atau perilaku kita, otak kita menganggapnya sebagai serangan terhadap “siapa kita”. Untuk melindungi ego, kita langsung mencari cara membela diri.
-
Bias konfirmasiKita lebih mudah mendengar apa yang sesuai dengan keyakinan kita, dan mengabaikan atau memutarbalikkan yang bertentangan.
-
Kebutuhan akan kontrolDalam situasi emosional, mendengarkan berarti melepaskan kontrol. Menjawab cepat terasa lebih aman daripada diam dan mencerna.
-
Kurangnya latihanSekolah mengajarkan kita berbicara, berdebat, presentasi — tapi hampir tidak pernah mengajarkan cara mendengarkan aktif dengan empati.
-
Emosi yang tinggiSaat marah, sedih, atau takut, amigdala (bagian otak emosi) mengambil alih. Kemampuan mendengar rasional turun drastis.
Cara Praktis: Teknik Mendengarkan Aktif dengan Empati
Berikut langkah-langkah yang bisa langsung kamu praktikkan:
- Siapkan pikiran sebelum bicara
Sebelum seseorang mulai cerita, ingatkan diri sendiri:
“Sekarang aku mendengarkan untuk memahami, bukan untuk membalas.”
Ini seperti tombol reset ego. - Diam sepenuhnya
Jangan menyela, jangan mengangguk berlebihan sambil sudah siap jawab.
Biarkan mereka selesai bicara. Jika perlu, hitung dalam hati sampai 3 setelah mereka berhenti, untuk memastikan mereka benar-benar selesai.