Hubungan Keluarga Disfungsional Dampak, Dan Penyebab
certu-liste–Keluarga disfungsional adalah keluarga yang gagal memenuhi fungsi dasar seperti memberikan rasa aman, dukungan emosional,fenomena ini semakin meningkat seiring tekanan ekonomi, urbanisasi, dan pengaruh media sosial yang memperburuk dinamika rumah tangga.disfungsional memengaruhi jutaan orang dan menjadi akar masalah sosial seperti kenakalan remaja
Pengertian dan Ciri-Ciri Keluarga Disfungsional
Keluarga ini tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dan mempertahankan keseimbangan sehat.
Ciri utama meliputi:
- Komunikasi buruk — Sering diam seribu bahasa, sarkasme, atau ledakan emosi.
- Batasan tidak jelas — Orang tua terlalu mengontrol atau permisif.
- Konflik tak terselesaikan — Pertengkaran berulang tanpa resolusi.
- Rahasia dan penyangkalan — Masalah seperti kecanduan atau KDRT disembunyikan.
-
Peran terbalik — Anak menjadi “orang tua” bagi saudara atau orang tua sendiri (parentification).
Penyebab Keluarga Disfungsional
Faktor utama:
- Trauma masa kecil orang tua → Orang tua yang pernah mengalami pengabaian cenderung mengulangi pola tersebut.
- Kecanduan → Alkohol, narkoba, judi, atau gadget merusak interaksi keluarga.
- Kekerasan domestik → Fisik, verbal, atau emosional menciptakan lingkungan takut.
- Perceraian atau broken home → Anak merasa terpecah loyalitasnya.
- Tekanan ekonomi → Kemiskinan memicu stres kronis dan konflik.
-
Pengaruh budaya → Ekspektasi tinggi terhadap anak (prestasi akademik) tanpa dukungan emosional.